Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Laporan Terakhir Kemenkes Logo Excel Unduh versi MS-Excel Logo Acrobat Unduh versi PDF

Berikut adalah Laporan Kasus HIV-AIDS di Indonesia sampai dengan Maret 2014, yang diterima dari Ditjen PP & PL, berdasarkan surat Direktur Jenderal P2PL, Prof. dr. Tjandra Y Aditama, SpP(K), DTM&H tertanggal 28 Mei 2014:

Bersama ini kami sampaikan laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia, Triwulan I Tahun 2014. Data HIV-AIDS Triwulan 1 2014 yang disajikan adalah bersumber dari Sistem Informasi HIV-AIDS & IMS (SIHA). Sejak periode Juli-Desember 2012, terjadi perubahan dan perkembangan data dalam laporan pasca Kegiatan Validasi dan Harmonisasi Data bersama seluruh provinsi di Indonesia bulan Mei 2012. Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas laporan. Laporan tahun 2012 dan sebelumnya adalah benar-benar kasus ditemukan pada tahun yang bersangkutan.

Laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia Triwulan I Tahun 2014 sebagai berikut:

  1. Situasi Masalah HIV-AIDS Triwulan I (Januari-Maret) Tahun 2014
    1. HIV
      1. Dari bulan Januari sampai dengan Maret 2014 jumlah infeksi HIV yang baru dilaporkan sebanyak 6.626 kasus.
      2. Persentase infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 25-49 tahun (72,3%), diikuti kelompok umur 20-24 tahun (15%), dan kelompok umur >= 50 tahun (5,8%).
      3. Rasio HIV antara laki-laki dan perempuan adalah 1:1.
      4. Persentase faktor risiko HIV tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (55,6%), LSL (Lelaki Seks Lelaki) (14,7%), dan penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (7%).
    2. AIDS
      1. Dari bulan Januari sampai dengan Maret 2014 jumlah AIDS yang dilaporkan baru sebanyak 308 orang.
      2. Persentase AIDS tertinggi pada kelompok umur 30-39 tahun (33,4%), diikuti kelompok umur 20-29 tahun (31,2%) dan kelompok umur 40-49 tahun (21,4%).
      3. Rasio AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1.
      4. Persentase faktor risiko AIDS tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (88%), LSL (Lelaki Seks Lelaki) (5,5%), dari ibu positif HIV ke anak (2,6%) dan penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (1,3%).
  2. Situasi Masalah HIV-AIDS Tahun 1987 - Maret 2014
    Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan Maret 2014, HIV-AIDS tersebar di 368 (72%) dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Provinsi pertama kali ditemukan adanya kasus HIV-AIDS adalah Provinsi Bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2011.
    1. HIV
      1. Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus HIV yang dilaporkan sebanyak 859, tahun 2006 (7.195), tahun 2007 (6.048), tahun 2008 (10.362), tahun 2009 (9.793), tahun 2010 (21.591), tahun 2011 (21.031), tahun 2012 (21.511) dan tahun 2014 (6.266). Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Maret 2014 sebanyak 134.053.
      2. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (30.023), diikuti Jawa Timur (16.752, Papua (14.943), Jawa Barat (11.084) dan Bali (8.543).
    2. AIDS
      1. Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus AIDS yang dilaporkan sebanyak 5.003, tahun 2006 (3.531), tahun 2007 (4.462), tahun 2008 (4.995), tahun 2009 (5.986), tahun 2010 (6.867) dan tahun 2011 (7.286), tahun 2102 (8.610), tahun 2013 (6.266) dan 2014 (308). Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan Maret 2014 sebanyak 54.231 orang.
      2. Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (33,1%), kemudian diikuti kelompok umur 30-39 tahun (28,2%), 40-49 tahun (10,5%), 15-19 (3,1%), dan 50-59 tahun (3,2%).
      3. Persentase AIDS pada laki-laki sebanyak 53,4% dan perempuan 28,8%. Sementara itu 17,8% tidak melaporkan jenis kelamin.
      4. umlah AIDS tertinggi adalah pada ibu rumah tangga (6.271), diikuti wiraswasta (5.998), tenaga non-profesional/karyawan (5.314), petani/peternak/nelayan (2.279), buruh kasar (2.054), penjaja seks (2.030), pegawai negeri sipil (1.604), dan anak sekolah/mahasiswa (1.272).
      5. Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari Papua (10.116), Jawa Timur (8.725), DKI Jakarta (7.477), Jawa Barat (4.131), Bali (4.075), Jawa Tengah (3.339), Papua Barat (1.721), Sulawesi Selatan (1.703), Kalimantan Barat (1.699) dan Sumatera Utara (1.301).
      6. Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (60,8%), penasun (15,5%), diikuti penularan melalui perinatal (2,7%), dan homoseksual (2,4%).
      7. Angka kematian (CFR) menurun dari 3,79% pada tahun 2012 menjadi 1,67% pada bulan Maret tahun 2014.
  3. Layanan
    1. Sampai dengan Maret 2014, layanan HIV-AIDS yang aktif melaporkan data layanannya, sebagi berikut:
      1. 1.061 layanan Konseling dan Tes HIV (KT), termasuk Tes HIV dan Konseling yang diprakarsai oleh Petugas Kesehatan (TIPK).
      2. 427 layanan PDP (Perawatan, Dukungan dan Pengobatan) yang aktif melakukan pengobatan ARV, terdiri dari 284 RS Rujukan PDP (induk) dan 134 satelit.
      3. 87 layanan PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon).
      4. 801 layanan IMS (Infeksi Menular Seksual).
      5. 116 layanan PPIA (Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak).
      6. 223 layanan yang mampu melalukan layanan TB-HIV.
    2. Sampai dengan bulan Maret 2014, jumlah Lapas/Rutan/Bapas yang melaksanakan kegiatan pengendalian HIV-AIDS dan IMS sebagai berikut:
      1. 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi).
      2. 20 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan penjangkauan.
      3. 78 Lapas/Rutan/Bapas memiliki Kelompok Dampingan Sebaya (KDS).
      4. 45 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan Konseling dan Tes HIV.
      5. 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan koordinasi.
      6. 9 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan layanan PTRM.
      7. 127 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan rujukan HIV-AIDS.
    3. Jumlah ODHA yang sedang mendapatkan pengobatan ARV sampai dengan bulan Maret 2014 sebanyak 42.411 orang. Pemakaian rejimennya adalah 96,76% (41.035 orang) menggunakan Lini 1 dan 3,24% (1.376 orang) menggunakan Lini 2.

Statistik Kasus AIDS di Indonesia – dilapor s/d Maret 2014

Sumber : Ditjen PP & PL Kemenkes RI

Dalam triwulan Januari s.d. Maret 2014 dilaporkan tambahan kasus HIV & AIDS sebagaimana berikut:

Secara kumulatif kasus HIV & AIDS 1 Januari 1987 s.d. 31 Maret 2014, terdiri dari:

Jumlah Kumulatif Kasus AIDS Menurut Jenis Kelamin

Jenis KelaminAIDS
Laki-laki28984
Perempuan15598
Tak Diketahui9649
Jumlah54231

Jumlah Kumulatif Kasus AIDS Menurut Faktor Risiko

Faktor RisikoAIDS
Heteroseksual32990
Homo-Biseksual1291
Penasun8411
Transfusi Darah126
Transmisi Perinatal1446
Tak Diketahui9530

Jumlah Kumulatif Kasus AIDS Menurut Golongan Umur

Golongan UmurAIDS
<1235
1 - 4925
5 - 14420
15 - 191702
20 - 2917941
30 - 3915278
40 - 495671
49 - 591742
>60525
Tak Diketahui9792

Jumlah Kumulatif Kasus HIV & AIDS Menurut Provinsi

No. Provinsi HIV AIDS
1Papua1494310116
2Jawa Timur167528725
3DKI Jakarta300237477
4Jawa Barat110844131
5Bali85434075
6Jawa Tengah75843339
7Papua Barat24481721
8Sulawesi Selatan39611703
9Kalimantan Barat42901699
10Sumatera Utara83161468
11Banten33531042
12Riau18521016
13Sumatera Barat1007952
14DI Yogyakarta2324916
15Sulawesi Utara2082798
16Nusatenggara Timur1590496
17Maluku1275488
18Nusatenggara Barat742456
19Jambi687437
20Lampung953423
21Kepulauan Riau4086382
22Kalimantan Selatan366334
23Kalimantan Timur2246332
24Sumatera Selatan1541322
25Bangka Belitung462307
26Sulawesi Tenggara263212
27Sulawesi Tengah340190
28NAD144178
29Maluku Utara223165
30Bengkulu262160
31Kalimantan Tengah21497
32Gorontalo5268
33Sulawesi Barat346
 Jumlah13404254231

Prevalensi Kasus AIDS per 100.000 Penduduk Berdasarkan Provinsi

No. Provinsi Prevalensi
1Papua357.03
2Papua Barat226.32
3Bali104.74
4DKI Jakarta77.82
5Kalimantan Barat38.65
6Sulawesi Utara35.14
7Maluku31.82
8DI Yogyakarta26.49
9Bangka Belitung25.10
10Jawa Timur23.28
11Kepulauan Riau22.75
12Sulawesi Selatan21.20
13Sumatera Barat19.64
14Riau18.34
15Maluku Utara15.89
16Jambi14.13
17Sumatera Utara11.31
18Nusatenggara Timur10.59
19Jawa Tengah10.31
20Nusatenggara Barat10.13
21Banten9.80
22Jawa Barat9.59
23Sulawesi Tenggara9.50
24Kalimantan Timur9.34
25Bengkulu9.33
26Kalimantan Selatan9.21
27Sulawesi Tengah7.21
28Gorontalo6.54
29Lampung5.56
30Kalimantan Tengah4.38
31Sumatera Selatan4.32
32NAD3.96
33Sulawesi Barat0.52
 Nasional22.82

Jumlah Kasus Baru HIV & AIDS dan Kematian Berdasarkan Tahun Pelaporan

Tahun HIV AIDS Mati
1987 51
1988 21
1989 52
1990 50
1991 152
1992 130
1993 244
1994 204
1995 237
1996 4240
1997 445
1998 6017
1999 9420
2000 25573
2001 21929
2002 34563
2003 316111
2004 1125327
2005 (HIV: 1987-2005)8592572573
200671843665793
200760484655836
2008103625114948
2009979360731068
20102159169071296
20112103173121139
20122151187471489
2013290376266726
2014 s.d. Maret662630830
Tidak diketahui0011

Sumber: Ditjen PP & PL Kemenkes RI 28 Mei 2014
Edit terakhir: 17 Juli 2014