Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Laporan Terakhir Kemenkes Logo Excel Unduh versi MS-Excel Logo Acrobat Unduh versi PDF

Berikut adalah Laporan Kasus HIV-AIDS di Indonesia sampai dengan Juni 2014, yang diterima dari Ditjen PP & PL, berdasarkan surat Direktur Jenderal P2PL, Prof. DR. dr. Agus Purwadianto tertanggal 15 Agustus 2014

Bersama ini kami sampaikan laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia, Triwulan II Tahun 2014. Data HIV-AIDS Triwulan II 2014 yang disajikan adalah bersumber dari Sistem Informasi HIV-AIDS & IMS (SIHA). Sejak periode Juli-September 2012 terjadi perubahan dan perkembangan data dalam laporan pasca Kegiatan Validasi dan Harmonisasi Data bersama seluruh provinsi di Indonesia bulan Mei 2012. Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas laporan. Laporan tahun 2012 dan sebelumnya adalah benar-benar kasus ditemukan pada tahun yang bersangkutan.

Laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia Triwulan II Tahun 2014 sebagai berikut:

  1. Situasi Masalah HIV-AIDS Triwulan II (April-Juni) Tahun 2014
    1. HIV
      1. Dari bulan April sampai dengan Juni 2014 jumlah infeksi HIV yang baru dilaporkan sebanyak 8.908 kasus.
      2. Persentase infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 25-49 tahun (73,6%), diikuti kelompok umur 20-24 tahun (14,9%), dan kelompok umur >= 50 tahun (5,3%).
      3. Rasio HIV antara laki-laki dan perempuan adalah 1:1.
      4. Persentase faktor risiko HIV tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (55%), LSL (Lelaki Seks Lelaki) (17%), dan penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (6%).
    2. AIDS
      1. Dari bulan April sampai dengan Juni 2014 jumlah AIDS yang dilaporkan baru sebanyak 1.492 orang.
      2. Persentase AIDS tertinggi pada kelompok umur 30-39 tahun (37,7%), diikuti kelompok umur 20-29 tahun (26,0%) dan kelompok umur 40-49 tahun (20,4%).
      3. Rasio AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1.
      4. Persentase faktor risiko AIDS tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (86,4%), LSL (Lelaki Seks Lelaki) (4,8%), dari ibu positif HIV ke anak (3,6%) dan penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (2,6%).
  2. Situasi Masalah HIV-AIDS Tahun 1987 - Juni 2014
    Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan Juni 2014, HIV-AIDS tersebar di 381 (76%) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Provinsi pertama kali ditemukan adanya kasus HIV-AIDS adalah Provinsi Bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2011.
    1. HIV
      1. Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus HIV yang dilaporkan sebanyak 859, tahun 2006 (7.195), tahun 2007 (6.048), tahun 2008 (10.362), tahun 2009 (9.793), tahun 2010 (21.591), tahun 2011 (21.031), tahun 2012 (21.511) dan tahun 2014 (15.534). Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Juni 2014 sebanyak 142.961.
      2. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (31.586), diikuti Jawa Timur (18.210, Papua (15.686), Jawa Barat (12.049) dan Bali (9.051).
    2. AIDS
      1. Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus AIDS yang dilaporkan sebanyak 5.184, tahun 2006 (3.665), tahun 2007 (4.655), tahun 2008 (5.114), tahun 2009 (6.073), tahun 2010 (6.907) dan tahun 2011 (7.312), tahun 2102 (8.747), tahun 2013 (6.266) dan 2014 (1.700). Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan Juni 2014 sebanyak 55.623 orang.
      2. Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (32,9%), kemudian diikuti kelompok umur 30-39 tahun (28,4%), 40-49 tahun (10,7%), 50-59 tahun (3,4%), dan 15-19 (3,1%).
      3. Persentase AIDS pada laki-laki sebanyak 53,7% dan perempuan 28,9%. Sementara itu 17,3% tidak melaporkan jenis kelamin.
      4. Jumlah AIDS tertinggi adalah pada ibu rumah tangga (6.516), diikuti wiraswasta (6.182), tenaga non-profesional/karyawan (5.623), petani/peternak/nelayan (2.316), buruh kasar (2.162), penjaja seks (2.048), pegawai negeri sipil (1.649), dan anak sekolah/mahasiswa (1.291).
      5. Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari Papua (10.184), Jawa Timur (8.976), DKI Jakarta (7.477), Bali (4.261), Jawa Barat (4.157), Jawa Tengah (3.767), Papua Barat (1.734), Sulawesi Selatan (1.703), Kalimantan Barat (1.699) dan Sumatera Utara (1.573).
      6. Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (61,5%), penasun (15,2%), diikuti penularan melalui perinatal (2,7%), dan homoseksual (2,4%).
      7. Angka kematian (CFR) menurun dari 3,79% pada tahun 2012 menjadi 0,04% pada bulan Juni tahun 2014.
  3. Layanan
    1. Sampai dengan Juni 2014, layanan HIV-AIDS yang aktif melaporkan data layanannya, sebagi berikut:
      1. 1.251 layanan Konseling dan Tes HIV (KT), termasuk Tes HIV dan Konseling yang diprakarsai oleh Petugas Kesehatan (TIPK).
      2. 454 layanan PDP (Perawatan, Dukungan dan Pengobatan) yang aktif melakukan pengobatan ARV, terdiri dari 284 RS Rujukan PDP (induk) dan 134 satelit.
      3. 87 layanan PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon).
      4. 1.129 layanan IMS (Infeksi Menular Seksual).
      5. 172 layanan PPIA (Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak).
      6. 223 layanan yang mampu melalukan layanan TB-HIV.
    2. Sampai dengan bulan Maret 2014, jumlah Lapas/Rutan/Bapas yang melaksanakan kegiatan pengendalian HIV-AIDS dan IMS sebagai berikut:
      1. 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi).
      2. 20 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan penjangkauan.
      3. 78 Lapas/Rutan/Bapas memiliki Kelompok Dampingan Sebaya (KDS).
      4. 45 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan Konseling dan Tes HIV.
      5. 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan koordinasi.
      6. 9 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan layanan PTRM.
      7. 127 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan rujukan HIV-AIDS.
    3. Jumlah ODHA yang sedang mendapatkan pengobatan ARV sampai dengan bulan Juni 2014 sebanyak 43.677 orang. Pemakaian rejimennya adalah 96,06% (42.394 orang) menggunakan Lini 1 dan 2,94% (1.283 orang) menggunakan Lini 2.

Statistik Kasus AIDS di Indonesia – dilapor s/d Juni 2014

Sumber : Ditjen PP & PL Kemenkes RI

Dalam triwulan April s.d. Juni 2014 dilaporkan tambahan kasus HIV & AIDS sebagaimana berikut:

Jumlah kasus HIV & AIDS yang dilaporkan 1 Januari s.d. 30 Juni 2014 adalah:

Secara kumulatif kasus HIV & AIDS 1 Januari 1987 s.d. 30 Juni 2014, terdiri dari:

Jumlah Kumulatif Kasus AIDS Menurut Jenis Kelamin

Jenis KelaminAIDS
Laki-laki29882
Perempuan16092
Tak Diketahui9649
Jumlah55623

Jumlah Kumulatif Kasus AIDS Menurut Faktor Risiko

Faktor RisikoAIDS
Heteroseksual34187
Homo-Biseksual1298
Penasun8451
Transfusi Darah129
Transmisi Perinatal1499
Tak Diketahui9532

Jumlah Kumulatif Kasus AIDS Menurut Golongan Umur

Golongan UmurAIDS
<1238
1 - 4963
5 - 14439
15 - 191717
20 - 2918287
30 - 3915816
40 - 495951
49 - 591869
>60550
Tak Diketahui9793

Jumlah Kumulatif Kasus HIV & AIDS Menurut Provinsi

No. Provinsi HIV AIDS
1Papua1568610184
2Jawa Timur182108976
3DKI Jakarta315867477
4Bali90514261
5Jawa Barat120494157
6Jawa Tengah83683767
7Papua Barat25451734
8Sulawesi Selatan41621703
9Kalimantan Barat44831699
10Sumatera Utara87941573
11Riau19881104
12Banten35471042
13Sumatera Barat1087952
14DI Yogyakarta2471916
15Sulawesi Utara2238798
16Maluku1388512
17Nusatenggara Timur1715496
18Nusatenggara Barat777456
19Jambi716437
20Lampung1062423
21Sumatera Selatan1605409
22Kepulauan Riau4322382
23Kalimantan Selatan473364
24Kalimantan Timur2437332
25Bangka Belitung480314
26Sulawesi Tenggara300266
27NAD151193
28Sulawesi Tengah374190
29Maluku Utara247165
30Bengkulu296160
31Kalimantan Tengah244107
32Gorontalo5968
33Sulawesi Barat396
 Jumlah14295055623

Prevalensi Kasus AIDS per 100.000 Penduduk Berdasarkan Provinsi

No. Provinsi Prevalensi
1Papua359.43
2Papua Barat228.03
3Bali109.52
4DKI Jakarta77.82
5Kalimantan Barat38.65
6Sulawesi Utara35.14
7Maluku33.39
8DI Yogyakarta26.49
9Bangka Belitung25.67
10Jawa Timur23.95
11Kepulauan Riau22.75
12Sulawesi Selatan21.20
13Riau19.93
14Sumatera Barat19.64
15Maluku Utara15.89
16Jambi14.13
17Sumatera Utara12.12
18Sulawesi Tenggara11.91
19Jawa Tengah11.63
20Nusatenggara Timur10.59
21Nusatenggara Barat10.13
22Kalimantan Selatan10.04
23Banten9.80
24Jawa Barat9.66
25Kalimantan Timur9.34
26Bengkulu9.33
27Sulawesi Tengah7.21
28Gorontalo6.54
29Lampung5.56
30Sumatera Selatan5.49
31Kalimantan Tengah4.84
32NAD4.29
33Sulawesi Barat0.52
 Nasional23.41

Jumlah Kasus Baru HIV & AIDS dan Kematian Berdasarkan Tahun Pelaporan

Tahun HIV AIDS Mati
1987 51
1988 21
1989 52
1990 50
1991 152
1992 130
1993 244
1994 204
1995 237
1996 4240
1997 445
1998 6017
1999 9420
2000 25573
2001 21929
2002 34563
2003 316111
2004 1125327
2005 (HIV: 1987-2005)8592572573
200671843665793
200760484655836
2008103625114948
2009979360731068
20102159169071296
20112103173121139
20122151187471489
2013290376266726
2014 s.d. Juni155341700175
Tidak diketahui0011

Sumber: Ditjen PP & PL Kemenkes RI 15 Agustus 2014
Edit terakhir: 9 September 2014