Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Laporan Terakhir Kemenkes Logo Excel Unduh versi MS-Excel Logo Acrobat Unduh versi PDF

Berikut adalah Laporan Kasus HIV-AIDS di Indonesia sampai dengan Desember 2013, yang diterima dari Ditjen PP & PL, berdasarkan surat Direktur Jenderal P2PL, Prof. dr. Tjandra Y Aditama, SpP(K), DTM&H tertanggal 14 Februari 2014:

Bersama ini kami sampaikan laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia, Triwulan IV Tahun 2013. Sejak periode Juli-Desember 2012, terjadi perubahan dan perkembangan data dalam laporan pasca Kegiatan Validasi dan Harmonisasi Data bersama seluruh provinsi di Indonesia bulan Mei 2012. Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas laporan. Laporan tahun 2012 dan sebelumnya adalah benar-benar kasus ditemukan pada tahun yang bersangkutan.

Laporan perkembangan HIV-AIDS di Indonesia, Triwulan IV Tahun 2013 sebagai berikut:

  1. Situasi Masalah HIV-AIDS Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2013
    1. HIV
      1. Dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2013 jumlah infeksi HIV baru yang dilaporkan sebanyak 8.624 kasus.
      2. Persentase infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 25-49 tahun (70,4%), diikuti kelompok umur 20-24 tahun (16,4%), dan kelompok umur >= 50 tahun (5,3%).
      3. Rasio HIV antara laki-laki dan perempuan adalah 1:1.
      4. Persentase faktor risiko HIV tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (52,0%), LSL (Lelaki Seks Lelaki) (14,3%), dan penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (6,6%).
    2. AIDS
      1. Dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2013 jumlah AIDS yang dilaporkan baru sebanyak 2.845 orang.
      2. Persentase AIDS tertinggi pada kelompok umur 30-39 tahun (26%), diikuti kelompok umur 20-29 tahun (25,3%) dan kelompok umur 40-49 tahun (11,6%).
      3. Rasio AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah 2:1.
      4. Persentase faktor risiko AIDS tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual (78%), penggunaan jarum suntik tidak steril pada penasun (9,3%), LSL (Lelaki Seks Lelaki) (4,3%) dan dari ibu positif HIV ke anak (2,6%).
  2. Situasi Masalah HIV-AIDS Tahun 1987 - Desember 2013
    Sejak pertama kali ditemukan tahun 1987 sampai dengan Desember 2013, HIV-AIDS tersebar di 368 (72%) dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Provinsi pertama kali ditemukan adanya kasus HIV-AIDS adalah Provinsi Bali, sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2011.
    1. HIV
      1. Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus HIV yang dilaporkan sebanyak 859, tahun 2006 (7.195), tahun 2007 (6.048), tahun 2008 (10.362), tahun 2009 (9.793), tahun 2010 (21.591), tahun 2011 (21.031), tahun 2012 (21.511). Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Desember 2013 sebanyak 127.427).
      2. Jumlah infeksi HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (28.790), diikuti Jawa Timur (16.253, Papua (14.087), Jawa Barat (10.198) dan Bali (8.059).
    2. AIDS
      1. Sampai dengan tahun 2005 jumlah kasus AIDS yang dilaporkan sebanyak 5.003, tahun 2006 (3.531), tahun 2007 (4.462), tahun 2008 (4.995), tahun 2009 (5.986), tahun 2010 (6.867) dan tahun 2011 (7.286), tahun 2102 (8.610), dan Desember 2013 (5.608). Jumlah kumulatif AIDS dari tahun 1987 sampai dengan Desember 2013 sebanyak 52.348 orang.
      2. Persentase kumulatif kasus AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (34,2%), kemudian diikuti kelompok umur 30-39 tahun (29%), 40-49 tahun (10,8%), 15-19 (3,3%), dan 50-59 tahun (3,3%).
      3. Persentase AIDS pada laki-laki sebanyak 55,1% dan perempuan 29,7%. Sementara itu 15,2% tidak melaporkan jenis kelamin.
      4. Jumlah AIDS tertinggi adalah pada ibu rumah tangga (6.230), diikuti wiraswasta (5.892), tenaga non-profesional/karyawan (5.287), petani/peternak/nelayan (2.261), buruh kasar (2.047), penjaja seks (2.021), pegawai negeri sipil (1.601), dan anak sekolah/mahasiswa (1.268).
      5. Jumlah AIDS terbanyak dilaporkan dari Papua (10.116), Jawa Timur (8.725), DKI Jakarta (7.477), Jawa Barat (4.131), Bali (3.985), Jawa Tengah (3.339), Sulawesi Selatan (1.703), Kalimantan Barat (1.699), Sumatera Utara (1.301) dan Banten (1.042).
      6. Faktor risiko penularan terbanyak melalui heteroseksual (62.5%), penasun (16.1%), diikuti penularan melalui perinatal (2,7%), dan homoseksual (2,4%).
      7. Angka kematian (CFR) menurun dari 3,79% pada tahun 2012 menjadi 1,67% pada bulan Desember tahun 2013.
  3. Layanan
    1. Sampai dengan Desember 2013, layanan HIV-AIDS yang aktif melaporkan di Indonesia:
      1. 990 layanan Konseling dan Tes HIV (KT), termasuk Tes HIV dan Konseling yang diprakarsai oleh Petugas Kesehatan (TIPK).
      2. 418 layanan PDP (Perawatan, Dukungan dan Pengobatan) yang aktif melakukan pengobatan ARV, terdiri dari 284 RS Rujukan PDP (induk) dan 134 satelit.
      3. 87 layanan PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon).
      4. 969 layanan IMS (Infeksi Menular Seksual).
      5. 130 layanan PPIA (Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak).
      6. 223 layanan yang mampu melalukan layanan TB-HIV.
    2. Sampai dengan bulan Desember 2013, jumlah Lapas/Rutan/Bapas yang melaksanakan kegiatan pengendalian HIV-AIDS dan IMS sebagai berikut:
      1. 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi).
      2. 20 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan penjangkauan.
      3. 78 Lapas/Rutan/Bapas memiliki Kelompok Dampingan Sebaya (KDS).
      4. 45 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan Konseling dan Tes HIV.
      5. 148 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan koordinasi.
      6. 9 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan layanan PTRM.
      7. 127 Lapas/Rutan/Bapas melaksanakan kegiatan rujukan HIV-AIDS.
    3. Jumlah ODHA yang sedang mendapatkan pengobatan ARV sampai dengan bulan Desember 2013 sebanyak 39.418 orang. Pemakaian rejimennya adalah 95,95% (37.820 orang) menggunakan Lini 1 dan 3,01% (1.186 orang) menggunakan Lini 2, sedangkan 1,05% (412 orang) tidak diketahui.

Statistik Kasus AIDS di Indonesia – dilapor s/d Desember 2013

Sumber : Ditjen PP & PL Kemenkes RI

Dalam triwulan Oktober s.d. Desember 2013 dilaporkan tambahan kasus HIV & AIDS sebagaimana berikut:

Jumlah kasus HIV & AIDS yang dilaporkan 1 Januari s.d. 31 Desember 2013 adalah:

Secara kumulatif kasus HIV & AIDS 1 Januari 1987 s.d. 31 Desember 2013, terdiri dari:

Jumlah Kumulatif Kasus AIDS Menurut Jenis Kelamin

Jenis KelaminAIDS
Laki-laki25444
Perempuan13309
Tak Diketahui6897
Jumlah45650

Jumlah Kumulatif Kasus AIDS Menurut Faktor Risiko

Faktor RisikoAIDS
Heteroseksual27782
Homo-Biseksual1134
Penasun7962
Transfusi Darah92
Transmisi Perinatal1279
Tak Diketahui7147

Jumlah Kumulatif Kasus AIDS Menurut Golongan Umur

Golongan UmurAIDS
<1185
1 - 4824
5 - 14362
15 - 191441
20 - 2915747
30 - 3913116
40 - 494822
49 - 591469
>60455
Tak Diketahui7229

Jumlah Kumulatif Kasus HIV & AIDS Menurut Provinsi

No. Provinsi HIV AIDS
1Papua128407795
2Jawa Timur152737714
3DKI Jakarta272246299
4Jawa Barat93404131
5Bali77913798
6Jawa Tengah58823339
7Kalimantan Barat39731699
8Sulawesi Selatan35631660
9Banten2983957
10Riau1620951
11DI Yogyakarta1966821
12Sumatera Barat836802
13Sulawesi Utara1973759
14Sumatera Utara7588515
15Nusatenggara Timur1453496
16Jambi577384
17Kepulauan Riau3640382
18Nusatenggara Barat666379
19Maluku1093355
20Kalimantan Timur2071332
21Sumatera Selatan1389322
22Bangka Belitung406288
23Lampung898242
24Papua Barat2174187
25Sulawesi Tenggara196186
26Bengkulu213160
27NAD124145
28Kalimantan Selatan314134
29Maluku Utara193131
30Sulawesi Tengah275127
31Kalimantan Tengah18093
32Gorontalo4562
33Sulawesi Barat335
 Jumlah11879245650

Prevalensi Kasus AIDS per 100.000 Penduduk Berdasarkan Provinsi

No. Provinsi Prevalensi
1Papua275.11
2Bali97.62
3DKI Jakarta65.56
4Kalimantan Barat38.65
5Sulawesi Utara33.43
6Papua Barat24.59
7DI Yogyakarta23.75
8Bangka Belitung23.54
9Maluku23.15
10Kepulauan Riau22.75
11Sulawesi Selatan20.66
12Jawa Timur20.58
13Riau17.17
14Sumatera Barat16.55
15Maluku Utara12.62
16Jambi12.42
17Nusatenggara Timur10.59
18Jawa Tengah10.31
19Jawa Barat9.59
20Kalimantan Timur9.34
21Bengkulu9.33
22Banten9.00
23Nusatenggara Barat8.42
24Sulawesi Tenggara8.33
25Gorontalo5.96
26Sulawesi Tengah4.82
27Sumatera Selatan4.32
28Kalimantan Tengah4.20
29Sumatera Utara3.97
30Kalimantan Selatan3.69
31NAD3.23
32Lampung3.18
33Sulawesi Barat0.43
 Nasional19.21

Jumlah Kasus Baru HIV & AIDS dan Kematian Berdasarkan Tahun Pelaporan

Tahun HIV AIDS Mati
1987 51
1988 21
1989 52
1990 50
1991 152
1992 130
1993 244
1994 204
1995 237
1996 4240
1997 445
1998 6017
1999 9420
2000 25573
2001 21929
2002 34563
2003 316111
2004 1125327
2005 (HIV: 1987-2005)8592391573
200671843531793
200760484462836
2008103624995948
2009979359861068
20102159168671296
20112103172861139
20122151186101489
2013290375608726
Tidak diketahui0011

Sumber: Ditjen PP & PL Kemenkes RI 14 Februari 2014
Edit terakhir: 11 Maret 2014