Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Sejarah 1987

FDA di AS menyetujui AZT sebagai obat antiretroviral (ARV) pertama untuk dipakai sebagai pengobatan AIDS. CDC di AS mengubah definisi AIDS untuk lebih menekankan status infeksi HIV.

AIDS: Don’t die of ignorance

Pemerintah Inggris meluncurkan program iklan utama “Janganlah Meninggal karena Ketidaktahuan”, dan mengirim selebaran tentang AIDS ke setiap rumah.

Putri Diana meresmikan bangsal RS khusus AIDS pertama di Inggris. Kenyataan bahwa ia tidak memakai sarung tangan ketika berjabat tangan dengan Odha dilaporkan secara luas dalam media massa dan membantu mengubah sikap terhadap Odha.

Presiden Kaunda dari Zambia, mengumumkan bahwa putranya meninggal dunia karena AIDS.

Di Uganda, 16 relawan yang secara pribadi terpengaruh oleh HIV berkumpul untuk mendirikan organisasi masyarakat TASO (The AIDS Service Organisation).

Seorang wisatawan asal Belanda meninggal di RS Sanglah, Bali. Kematian pria berusia 44 tahun itu diakui Depkes disebabkan AIDS. Indonesia masuk dalam daftar WHO sebagai negara ke-13 di Asia yang melaporkan kasus AIDS.

Grim Reaper

Di Australia, kampanye pendidikan yang akhirnya menjadi terkenal dengan nama ‘The Grim Reaper (Malaikat Maut)” diluncurkan, dengan gambar di TV mengenai kematian habis memberondong sejumlah korban yang berbeda-beda di gelanggang bowling. Walau ada banyak yang menentang dengan kampanye, iklan ini berhasil memicu diskusi yang luas mengenai AIDS.

Di San Francisco, aktivis hak-hak gay Cleve Jones membuat panel pertama untuk AIDS Memorial Quilt untuk mengenang temannya Marvin Feldman.

Global Program on AIDS (GPA) WHO mengembangkan Strategi AIDS Sedunia, yang disetujui oleh World Health Assembly (WHA) pada Mei. Strategi tersebut menetapkan tujuan dan asas untuk tindakan lokal, nasional dan internasional untuk mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS, termasuk kebutuhan agar setiap negara mempunyai “prasarana sosial yang mendukung dan tidak bersifat diskriminatif.”

Tetapi pada 31 Mei, Presiden AS Ronald Reagan, pada pidato pertamanya mengenai AIDS, mengutamakan tes AIDS secara berkala dan wajib. Pada hari berikutnya, Wakil Presiden AS George H Bush membuka Konferensi AIDS Internasional ketiga di Washington, dan diperolok-olokkan oleh peserta saat membela usulan Reagan untuk tes.

Pada Juli, AS mensahkan perundang-undangan yang dapat melarang orang yang terinfeksi HIV masuk ke AS.

Pada musim gugur, buku “And the Band Played On” oleh Randy Shilts diterbitkan. Buku ini mencatat sejarah awal epidemi AIDS di AS.

Pada Oktober, AIDS menjadi penyakit pertama yang pernah dibahas pada General Assembly PBB. General Assembly itu menjanjikan untuk menggerakkan keseluruhan sistem PBB dalam upaya menghadapi AIDS di seluruh dunia, di bawah pimpinan WHO.

Ilmuwan AS Dr. Peter Duesberg menerbitkan makalah ilmiah di jurnal kanker yang mempertanyakan kaitan antara HIV dan AIDS. Pendapat Duesberg dibuktikan salah oleh kebanyakan ilmuwan, tetapi masih ada yang percaya dengannya.

AIDS iceberg

Pada Desember, 71.151 kasus AIDS dilaporkan kepada WHO, dengan terbanyak dari AS. Di antara negera berkembang, Uganda melaporkan terbanyak, yaitu 2.369 kasus. Indonesia melaporkan enam orang didiagnosis HIV-positif, dua di antaranya AIDS.

Namun WHO juga melaporkan bahwa diperkirakan 5-10 juta orang terinfeksi HIV di seluruh dunia, dengan 150.000 kasus AIDS diperkirakan akan berkembang pada 1998 dan sampai 3 juta dalam lima tahun mendatang.

Sejarah 1988

Sebagaimana penggerakan global terhadap AIDS diteruskan, konferensi tingkat tinggi (KTT) para menteri kesehatan sedunia dilakukan di London, Inggris untuk membahas strategi AIDS bersama. KTT yang dihadiri oleh utusan dari 148 negara tersebut tersebut, mengutamakan pencegahan AIDS.

World AIDS Day

Satu hasil dari KTT tersebut adalah Deklarasi London mengenai Pencegahan AIDS, yang menekankan pendidikan, pertukaran informasi dan pengalaman secara bebas, dan kebutuhan untuk melindungi hak asasi manusia. Direktur-Jenderal WHO mengambil kesempatan untuk mengumumkan bahwa WHO bermaksud untuk menetapkan Hari AIDS Sedunia tahunan, yang akan dilaksanakan pertama kali pada 1 Desember 1998.

Konferensi AIDS Internasional keempat dilakukan di Stokholm, Swedia.

Di AS, para aktivis semakin ragu mengenai lambatnya meningkatkan akses pada pengobatan. Saat  Komisi Presiden tentang Epidemi AIDS mengeluarkan laporan akhir pada Juni, komisi menyatakan bahwa prosedur FDA “tidak memenuhi kebutuhan orang dengan AIDS”.

Sebagai tanggapan terhadap unjuk rasa besar oleh ACT UP pada Oktober, FDA mengumumkan peraturan baru yang memperpendek waktu untuk menyetujui obat AIDS baru.

Understanding AIDS

AS menjadi negara industri Barat besar terakhir yang meluncurkan program pendidikan terkoordinasi. Program ini menyebarluaskan 107 juta salinan buklet “Memahami AIDS”, oleh Menteri Kesehatan C. Everett Koop.

Pada 1 Desember, Hari AIDS Sedunia yang pertama dilaksanakan, dengan tema “Komunikasi (Communication).” WHO minta semua orang untuk “Mengikuti Upaya Sedunia.”

Di Inggris, dana diberikan untuk memperluas rencana pertukaran jarum suntik untuk mencegah infeksi HIV pada lebih banyak pengguna narkoba. Kota New York di AS memulai program pertukaran jarum suntik.

Pada 1988, Depkes hanya melaporkan tambahan satu kasus infeksi HIV di Indonesia.

Sejarah 1989

Pada April, seorang Belanda dengan AIDS dipenjarakan di AS berdasarkan undang-undang federal AS yang melarang orang dengan AIDS masuk ke AS. Pada Juni, 250 aktivis melakukan unjuk rasa menentang undang-undang tersebut.

Unjuk rasa tersebut dilakukan pada acara pembukaan Konferensi AIDS Internasional kelima, yang dilakukan di Montreal, Kanada, dengan tema “Tantangan Ilmiah dan Sosial AIDS (The Scientific and Social Challenge of AIDS).”

Pada Agustus, ada perkembangan baru terkait pengobatan, saat diumumkan hasil dari uji coba klinis ACTG019. Uji coba ini menunjukkan bahwa AZT dapat memperlambat kelanjutan ke AIDS pada Odha tanpa gejala sama sekali. Penemuan ini dianggap sebagai saat yang sangat penting dalam upaya untuk mengubah AIDS dari penyakit yang mematikan menjadi penyakit yang dapat diobati.

Namun harga tinggi AZT menimbulkan amarah banyak orang, dengan harga 7.000 dolar per tahun per orang. Oleh karena itu, pada September, produsennya, Burroughs Wellcome menurunkan harga AZT 20%.

ARV kedua, dideoxyinosin (ddI) disetujui oleh FDA pada Oktober untuk dipakai oleh orang yang tidak tahan memakai AZT.

Tema Hari AIDS Sedunia 1989 adalah “Kaum Muda (Youth).”

Pada 1989, Depkes tidak melaporkan satu pun kasus infeksi HIV tambahan di Indonesia. Namun satu kasus HIV dilaporkan berlanjut menjadi AIDS.

Sejarah 1990

Pada awal tahun, dilaporkan sejumlah besar anak di panti asuhan di Rumania terinfeksi HIV, sebagian besar sebagai akibat transfusi darah.

Di Cina, 146 orang di provinsi Yunnan dekat perbatasan Myanmar ditemukan terinfeksi HIV akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian. Para petugas kesehatan masyarakat Cina heran, dan ragu apakah ini tanda pertama epidemi atau jangkitan tersendiri.

Program pertukaran jarum suntik di kota New York ditutup karena alasan politik.

Jonathan Mann
Jonathan Mann

Jonathan Mann mengundurkan diri sebagai pempinan program AIDS WHO, sebagai protes terhadap kelalaian PBB dan para pemerintah seluruh dunia untuk menanggapi pandemi yang meledak secara wajar, dan untuk protes terhadap tindakan direktur-jenderal WHO (saat itu) Dr. Hiroshi Nakajima. Dianggap bahwa, tanpa upaya Jonathan Mann yang unik, pendekatan dunia terhadap AIDS mungkin diarahkan pada tes wajib dan karantina.

Ryan White meninggal dunia pada April dalam usia 19 tahun. Ia merupakan seorang hemofiliak yang terinfeksi HIV melalui penggunaan produk darah yang terinfeksi. Ia menjadi terkenal beberapa tahun sebelumnya sebagai hasil dari perjuangannnya agar diperbolehkan menghadiri sekolah umum.

Hanya beberapa bulan setelah kematian Ryan White, Ryan White CARE Act disahkan oleh Kongres. Tujuan khusus dari undang-undang ini adalah menyediakan sistem perawatan untuk Odha yang tidak mempunyai asuransi kesehatan atau sumber lain yang cukup.

Konferensi AIDS internasional keenam diadakan di San Francisco, AS, di tengah-tengah protes dunia tentang kebijakan imigrasi AS terhadap Odha. Tema konferensi adalah “AIDS pada 1990-an: Dari Ilmiah menjadi Kebijakan (AIDS in the Nineties: From Science to Policy).”

Dilakukan berbagai unjuk rasa pada konferensi itu, yang paling bermakna adalah “Desakan Bersama untuk Tindakan (United Call for Action), yang melibatkan aktivis, ilmuwan dan banyak lain, yang berjalan bersamaan untuk menekankan pentingnya tindakan untuk menghentikan AIDS.

International AIDS Society (IAS) mengumumkan keputusannya bahwa organisasi tersebut tidak akan melakukan pertemuaannya pada negara yang membatasi masuknya pengunjung terinfeksi HIV. Akibat kebijakan ini, sejak 1990 tidak pernah dilakukan konferensi AIDS internasional yang besar di AS.

Pada Juli, CDC AS melaporkan kasus penularan HIV yang mungkin terjadi dalam tindakan kedokteran gigi. Dokter gigi didiagnosis AIDS tiga bulan sebelumnya. Penyelidikan CDC tidak menemukan faktor risiko lain yang memajankan pasien, yang dinamakan sebagai Kimberly Bergalis pada HIV.

Tema Hari AIDS Sedunia 1990 adalah “Perempuan dan AIDS (Women and AIDS).”

Menjelang 1990, lebih dari 307.000 kasus AIDS dilaporkan secara resmi kepada WHO, tetapi jumlah sebenarnya diperkirakan lebih mendekati satu juta. Perkiraan jumlah orang dengan HIV di seluruh dunia adalah 8-10 juta. Dari delapan juta diperkirakan kira-kira lima juta adalah laki-laki, dan tiga juta adalah perempuan. Tiga juta perempuan tersebut diperkirakan melahirkan tiga juga anak, 700.000 di antaranya kemungkinan juga terinfeksi HIV.

Pada 1990, Depkes melaporkan tambahan dua kasus AIDS, sehingga jumlah kasus infeksi HIV di Indonesia menjadi sembilan.

Sejarah 1991

Masyarakat semakin khawatir mengenai hubungan antara profesi kedokteran gigi dan infeksi HIV, sebagaimana Kimberly Bergalis mendekati kematian, tampaknya akibat terinfeksi HIV dari dokter giginya. CDC juga melaporkan bahwa mungkin ada dua kasus lain yang tertular oleh dokter gigi yang sama.

International AIDS Candlelight Memorial pertama diselenggarakan di Indonesia. Peristiwa ini, dikenal sebagai Malam Tirakatan Mengenang Korban-Korban AIDS, diselenggarakan di Surabaya oleh Kelompok Kerja Lesbian & Gay Nusantara (sekarang Gaya Nusantara), dengan bantuan dari Persatuan Waria Kotamadya Surabaya (Perwakos).

ARV ketiga, dideoxycytidine (ddC) disetujui FDA untuk dipakai oleh pasien yang tidak tahan terhadap AZT. Ketiga obat (AZT, ddI dan ddC) termasuk dalam satu kelompok yang disebut analog nukleosida.

Pada pertengahan tahun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa HIV menular jauh lebih mudah melalui air susu ibu (ASI) daripada diperkirakan sebelumnya. Namun WHO menganjurkan perempuan di negara berkembang tetap menyusui, karena ancaman dari air yang tidak bersih lebih tinggi daripada dari AIDS.

Earvin (Magic) Johnson mengumumkan bahwa ia HIV-positif dan sebagai akibatnya ia mengundurkan diri sebagai pemain bola basket profesional, atas saran dari dokternya. Ia memutuskan menjadi juru bicara untuk kepedulian AIDS. Dua minggu kemudian, Freddy Mercury, penyanyi utama kelompok musik rock Queen menyatakan bahwa dia AIDS, dan beberapa jam kemudian diumumkan ia meninggal dunia.

Pita merah

Pita merah diluncurkan sebagai simbol internasional kepedulian AIDS, dan pertama kali ditunjukkan di televisi di penghargaan teater New York Tony.

Keputusan diambil untuk melaksanakan konferensi AIDS internasional 1992 di Amsterdam, Belanda, daripada di Boston, AS, karena kebijakan AS mewajibkan pengunjung jangka pendek untuk mengumumkan status infeksi HIV-nya.

Konferensi AIDS Internasional ketujuh dilakukan di Florence, Itali, dengan tema “Ilmiah menentang AIDS (Science Challenging AIDS).”

Namun, menjelang saat ini menjadi jelas AZT dan obat lain ini terbatas dalam pengobatan AIDS, karena HIV mengembangkan resistansi terhadap obat ini, sehingga kemanjuran obat terhenti, rata-rata setelah satu tahun penggunaan.

Tema Hari AIDS Sedunia 1991 adalah “Berbagi Tantangan (Sharing the Challenge).”

Menjelang akhir 1991, 450.000 kasus AIDS dilaporkan ke WHO; 133.000 orang telah meninggal dunia di AS akibat AIDS.

Pada 1991, Depkes melaporkan tambahan jumlah kasus infeksi HIV di Indonesia sudah menjadi 18, dengan 12 sudah AIDS.

Sejarah 1992

WHO menetapkan target prioritas untuk pencegahan, agar pada 2000, seluruh populasi berisiko HIV di Afrika dan Asia harus tinggal dalam komunitas dengan kondom tersedia secara luas, dan mudah terjangkau.

Bintang tenis, Arthur Ashe, mengumumkan bahwa ia terinfeksi HIV sebagai akibat dari transfusi darah pada 1983.

FDA menyetujui penggunaan ddC dalam kombinasi dengan AZT untuk pasien dewasa dengan infeksi HIV lanjut yang terus menunjukkan tanda kemerosotan klinis atau kekebalan. Ini merupakan pertama kalinya penggunaan terapi obat kombinasi terbukti berhasil dalam pengobatan AIDS.

CDC AS, memutuskan untuk memperbarui definisi AIDS-nya sebagai tanggapan terhadap tekanan dari pasien dan dokter. Daftar penyakit mendefinisi AIDS sebelumnya tidak disetujui, karena tidak mencakup banyak kondisi yang paling sering ditemukan pada perempuan dan pengguna narkoba. Defnisi baru akan mulai berlaku pada 1993.

Konferensi AIDS Internasional kedelapan dilakukan secara aman di Amsterdam, Belanda, sebagai pengganti Boston, AS. Perubahan ini dilakukan akibat kebijakan AS yang melarang Odha masuk negaranya. Tema konferensi adalah “Dunia Bersatu terhadap AIDS (A World United Against AIDS).”

Dalam tanggapan terhadap prevalensi HIV yang terus meningkat, pemerintah India memutuskan untuk menyediakan 100 juta dolar AS untuk proyek National AIDS Control selama lima tahun mendatang. Jumlah ini lebih dari 15% dari seluruh anggaran kesehatan negara tersebut. Sebagian besar dari dana ini akan dipinjamkan oleh World Bank.

Tema Hari AIDS Sedunia 1992 adalah “Komitmen Komunitas (Community Commitment).”

Pada 1992, Depkes melaporkan tambahan jumlah kasus infeksi HIV di Indonesia sudah menjadi 28, dengan 10 sudah AIDS.

Sumber: AIDS & HIV history: 1987-1992 dari AVERT dan beberapa sumber lain

Edit terakhir: 9 Mei 2008