SEJARAH HIV 1998-2001

Sejarah 1998

Perusahaan farmasi Glaxo Wellcome memotong 75% harga AZT setelah uji coba di Thailand menunjukkan kemanjurannya dalam mencegah penularan ibu-ke-bayi (PMTCT). Namun, walau dengan potongan harga ini, diperkirakan obat ini masih terlalu mahal untuk dipakai di banyak negara berkembang.

Di beberapa negara, orang HIV-positif mampu kembali bekerja, karena kesehatannya pulih kembali berkat terapi kombinasi obat. Namun, beberapa orang mulai terpengaruh oleh efek samping yang agak berat dari obat tersebut. Salah satu di antaranya, disebut lipodistrofi, mulai menimbulkan pertanyaan tentang keamanan terapi kombinasi ini jangka panjang.

Jonathan Mann, mantan direktur Global Program for AIDS WHO, meninggal dunia dalam kecelakaan penerbangan Swissair 111, bersama istrinya, peneliti AIDS Mary-Lou Clements-Mann.

Didi Mirhad, bintang iklan Indonesia, mengungkapkan status dirinya HIV-positif pada media massa.

Pada Juni, perusahaan AIDSVax memulai uji coba pertama vaksin AIDS terhadap manusia, dengan melibatkan 5.000 relawan di seluruh AS.

San Francisco di AS memulai program profilaksis pascapajanan (PPP) perdana untuk memberi obat antiretroviral (ARV) pada orang yang mungkin terpajan HIV melalui hubungan seks atau penggunaan jarum suntik secara bergantian. ARV tersebut diberi pada orang sedini mungkin setelah pajanan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa kelahiran sesar bersama dengan penggunaan AZT mengurangi risiko PMTCT di bawah 1%. Penelitian ini juga menemukan bahwa risiko bayi yang terlahir dari ibu yang memakai AZT tetapi melahirkan secara normal adalah lebih tinggi (6,6%).

Pada Juli, Konferensi AIDS Internasional ke-12 dilakukan di Jenewa, Swiss. Tantangan konferensi ini bukan hanya membahas manfaat terapi antiretroviral (ART) tetapi juga untuk melawan pesimisme yang berat. Suasana pertemuan ini sangat berbeda dengan konferensi AIDS dua tahun sebelumnya di Vancouver.

Pertemuan Odha pertama dilakukan oleh Spiritia di Ubud, Bali, dengan menghadirkan 16 Odha dan Ohidha dari seluruh Indonesia.

Pita merah di Afrika Selatan yang didedikasi pada Gugu Dlamini
Pita merah di Afrika Selatan yang didedikasi pada Gugu Dlamini

Di Afrika Selatan, Gugu Diamini, aktivis AIDS, dibunuh oleh tetangganya setelah dia mengungkapkan status HIV-positifnya pada televisi Zulu. Hal ini terjadi baru satu bulan setelah Wakil Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki meminta rakyat “hentikan kebungkaman tentang AIDS” agar mengalahkan epidemi.

Kasus pertama pasien tertular dengan HIV yang resistan terhadap ARV baru dilaporkan di San Francisco pada Juli. Tipe HIV yang bermutasi, tampaknya tidak rentan terhadap protease inhibitor dan obat lain yang lama, ditemukan pada pasien yang baru tertular HIV.

PBB mengeluarkan usulan baru yang menganjurkan ibu HIV-positif di negara berkembang diberi konseling untuk mengambil keputusan sendiri mengenai cara memberi makan bayinya. Hal ini dianggap sebagai perubahan besar dalam kebijakan yang mengarah pada penggunaan susu formula. PBB juga memutuskan untuk mulai proyek percobaan di 11 negara berkembang untuk meluaskan jangkauan layanan untuk mencegah penularan HIV ibu-ke-bayi.

Kupu-kupu ungu

Pada Oktober, RCTI mulai menayangkan sinetron Kupu-Kupu Ungu, disutradarai oleh Nano Riantiarno, dengan bintang Nurul Arifin dan Sandi Nayoan. Sinetron sepanjang 13 episode tersebut menggambarkan beragam masalah medis, sosial, psikologis dan mitos seputar HIV dan AIDS.

Tema Hari AIDS Sedunia ditentukan sebagai “Kaum Muda: Semangat Perubahan”.

FDA menyetujui beberapa obat baru, termasuk efavirenz (Stocrin), satu obat lagi dari golongan NNRTI.

UNAIDS memperkirakan selama tahun ini 5,8 juta orang lagi terinfeksi HIV, separuhnya berusia di bawah 25 tahun. Juga diperkirakan 70% infeksi baru dan 80% kematian terjadi di Afrika sub-Sahara.

Sejarah 1999

Sekelompok peneliti di Universitas Alabama menyatakan bahwa mereka menemukan suatu jenis simpanse tertentu, dahulu umum di Afrika Tengah Barat, sebagai sumber HIV. Para peneliti itu beranggapan bahwa HIV-1 masuk ke populasi manusia karena pemburu terpajan pada darah simpanse yang terinfeksi.

Laporan mulai muncul dari Afrika Selatan mengenai kasus perkosaan yang melibatkan perempuan muda. Disebut sebuah mitos populer yang menganggap bahwa hubungan seks dengan seorang perawan dapat menyembuhkan AIDS adalah alasan dasar terhadap peningkatan kasus perkosaan anak ini.

Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki menyatakan bahwa AZT adalah racun dan dapat membahayakan kesehatan.

Menurut Laporan Kesehatan Dunia tahunan, AIDS menjadi pembunuh terbesar keempat di seluruh dunia, hanya 20 tahun setelah epidemi mulai dikenal.

Departemen Kesehatan Uganda memulai program skrining HIV sukarela dari rumah ke rumah memakai tes cepat dalam upaya untuk mengurangi penyebaran HIV. Upaya ini ditujukan agar layanan skrining HIV terjangkau pada lebih banyak orang, terutama di daerah pedesaan tanpa laboratorium modern atau listrik untuk menjalankan tes HIV yang baku. Sejak 1986, pemerintah Uganda berhasil melaksanakan sejumlah prakarsa, dan walaupun pada 1992 diperkirakan 30% orang dewasa di Kampala (ibu kota Uganda) HIV-positif, pada 1999, angka ini berkurang menjadi 12%.

Didi Mirhad, bintang iklan Indonesia, meninggal dunia karena AIDS pada 25 Agustus.

Afrika Selatan menang ronde pertama dalam peperangan melawan AS dan perusahaan farmasi multinasional untuk memaksakan potongan harga obatnya. Perselisihan berdasakan perundang-undangan Afrika Selatan yang memungkinkan perusahaan lokal membuat ARV yang dapat dipasarkan dengan harga jauh lebih rendah daripada produk impor. Pendapat AS adalah bahwa undang-undang Afrika Selatan meruntuhan hak paten produsen obat.

Penggunaan narkoba suntikan di Rusia
Penggunaan narkoba suntikan di Rusia

Penggunaan jarum suntik secara bergantian oleh pengguna narkoba di Rusia memicu ledakan jumlah infeksi HIV di Rusia. Di Moskwa jumlah kasus yang dilaporkan pada sembilan bulan pertama adalah tiga kali lipat semua kasus yang dilaporkan sebelumnya.

Semiloka Nasional Penggunaan dan Penyalahgunaan NAZA dilakukan selama empat hari di September oleh sekelompok aktivis HIV dan narkoba, dengan melibatkan beberapa pembicara dari Australia dan Malaysia. Pertemuan ini adalah pertama kali konsep Harm Reduction dibahas oleh para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan di Indonesia.

Penemuan awal dari penelitian bersama Uganda-AS mengenali sebuah rejimen obat baru, dosis oral tunggal ARV nevirapine, sebagai cara yang lebih terjangkau dan manjur untuk PMTCT. Penelitian ini memberi harapan yang nyata bahwa penularan HIV ibu-ke-bayi dapat dikurangi secara efektif di negara berkembang.

Pada November, Cina untuk pertama kali menyiarkan iklan kondom melalui TV dalam upaya mencegah penyebaran infeksi menular seksual termasuk HIV. Baru setelah dilihat oleh ratusan juta pemirsa, iklan tersebut dilarang oleh State Administration of Industry and Commerce.

T-20, satu anggota golongan ARV baru yang disebut fusion inhibitor, mulai uji coba klinis.

‘The River’, sebuah buku karangan Edward Hooper, diterbitkan. Ada perdebatan yang luas mengenai peranan vaksin polio sebagai asal usul epidemi AIDS.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada November menyatakan bahwa sunat pada laki-laki dapat membantu mengurangi angka infeksi HIV di Afrika dan Asia.

Berdasarkan permintaan negara di seluruh dunia yang ingin menjangkau kelompok usia yang paling berisiko, tema Hari AIDS Sedunia 1999, ‘Dengar, Simak, Tegar! (Listen, Learn, Live!)’ tetap ditujukan pada orang berusia di bawah 25 tahun.

Pada akhir tahun, ARV yang berikut tersedia di Indonesia: AZT, ddI, ddC, 3TC, d4T, saquinavir, ritonavir dan indinavir.

Pada akhir 1999, UNAIDS memperkirakan ada 33 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV dan 2,6 juta orang meninggal karena AIDS pada 1999, lebih banyak dari satu tahun sebelumnya. Juga, untuk pertama kalinya, dilaporkan bahwa lebih banyak perempuan terinfeksi HIV di Afrika dibandingkan laki-laki.

World Bank mengingatkan bahwa epidemi AIDS di Asia dapat menghilangkan semua peningkatan ekonomi di wilayah tersebut selama dua dasawarsa terakhir kecuali para pemerintah tetap mendanai program sosial. PBB memperkirakan ada tujuh juta orang terinfeksi HIV di Asia.

Sejarah 2000

Pdt. Jesse Jackson melakukan tes HIV
Pdt. Jesse Jackson melakukan tes HIV

Di AS, statistik CDC menunjukkan bahwa 57% infeksi HIV baru terjadi pada orang Amerika keturunan Afrika, walau kaum tersebut hanya 13% warga AS. Agar mengumumkan pentingnya tes HIV untuk warga tersebut, Pdt. Jesse Jackson melakukan tes HIV oral secara terbuka.

Penelitian awal pada Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections ke-7 menunjukkan bahwa, pada kasus tertentu, penghentian ART sementara mungkin tidak mengakibatkan peningkatan pada tingkat virus atau perkembangan resistansi terhadap obat. Kemudian, hal ini disebut sebagai structured treatment interruption atau drug holiday (diterjemahkan sebagai terapi berdenyut).

Sebuah penelitian yang lebih memastikan risiko penularan HIV melalui seks oral diterbitkan. Penelitian ini memberi kesan bahwa seks oral bertanggung jawab untuk kurang lebih 7% kasus.

Pada Maret, dilaporkan bahwa Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki berkonsultas dengan dua peneliti ‘penyangkal’ AS untuk membahas pernyataannya bahwa HIV bukan penyebab AIDS. Pada April, Presiden Mbeki mengirim surat pada pemimpin dunia yang menjelaskan pendapatnya mengenai HIV dan AIDS. Dalam surat ini Mbeki berpendapat bahwa, di antara yang lain, karena HIV disebarkan di Afrika terutama melalui hubungan heteroseksual, masalah di benua itu adalah unik.

Pertemuan Nasional II HIV/AIDS dilakukan pada April di Jakarta.

Di Botswana, sampai satu dari empat orang dewasa dan empat dari seluluh perempuan hamil diperkirakan terinfeksi HIV. Presiden Botswana Festus Mogae mengumumkan bahwa sumbangan dari donor termasuk 50 dolar AS disumbangkan oleh Bill and Melinda Gates Foundation akan memungkinkan negaranya untuk memberi ART pada semua perempuan hamil terinfeksi HIV dan anak terlahir dengan HIV.

Pemerintahan Clinton di AS secara resmi menyatakan HIV dan AIDS sebagai ancaman keamanan nasional AS. Pemerintah AS beranggapan bahwa penyebaran AIDS di dunia mencapai dimensi bencana yang dapat meruntuhkan pemerintah asing, memicu perang antara suku, dan merusak puluhan tahun pekerjaan untuk membangun demokrasi pasar bebas di luar negeri.

Lima perusahaan obat menawarkan penurunan yang besar pada harga ARV untuk Afrika dan wilayah lain yang miskin. Dua bulan kemudian AS menawarkan pinjaman pada negara Afrika sub-Sahara untuk membeli ARV dan layanan kesehatan. Tawaran ini dianggap tidak membantu dan ditolak oleh banyak negara Afrika.

Surveilans di antara 67 pengguna narkoba suntikan yang ditahan di Lapas Kerobokan di Bali pada akhir tahun menemukan 35 (56%) terinfeksi HIV.

Perusahaan obat India mulai membuat ARV generik berharga lebih murah dibandingkan obat bermerek. Sekitar 15 negara berkembang di Asia, Afrika dan Amerika Latin memesan ARV ini.

Perempuan HIV-positif berunjuk rasa pada konferensi AIDS Durban
Perempuan HIV-positif berunjuk rasa pada konferensi AIDS Durban

Pada Juli, Konferensi AIDS Internasional ke-13 dilakukan di Durban, Afrika Selatan. Ini pertama kali konferensi macam ini dilakukan di negara berkembang atau Afrika. Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan, menutup konferensi AIDS dengan mendesak tindakan untuk menggabungkan upaya dan menyelamatkan orang.

Pada September, fase pertama uji coba vaksin baru diluncurkan di Oxford, Inggris. Penelitian terhadap vaksin AIDS dikritik oleh World Bank karena membidik vaksin yang dapat dipasarkan di negara barat, walau lebih dari 90% infeksi HIV ada di negara berkembang.

Dilaporkan bahwa jumlah Odha di Brasil kurang dari separuh yang diprediksi oleh pakar kesehatan, dan jumlah kematian akibat AIDS menurun tajam sampai 50% sejak tersedianya ART pada 1996. Program pencegahan dan pengobatan HIV negara tersebut dilihat sebagai model untuk ditiru oleh negara terbatas sumber daya lain.

Tema Hari AIDS Sedunia 2000 adalah ‘AIDS – Pria Berpengaruh (AIDS – Men Make a Difference)’.

UNAIDS memperkirakan ada 34,3 juta orang hidup dengan HIV pada akhir 2000, dengan 1,3 juta di antaranya anak berusia di bawah 15 tahun. Hampir empat juta orang diperkirakan terinfeksi HIV di India.

Sejarah 2001

Poster kampanye Cina untuk Hari AIDS Sedunia, 2001
Poster kampanye Cina untuk Hari AIDS Sedunia, 2001

Setelah bertahun-tahun menyangkal, Cina akhirnya mengaku bahwa HIV dan AIDS mengancam kesehatan masyarakat dan keamanan ekonominya. Diperkirakan bahwa 75% Odha di Cina terinfeksi melalui penggunaan narkoba suntikan.

Perusahaan obat India, Cipla, menawarkan ARV dengan potongan harga pada Medicins Sans Frontieres (MSF). Tawaran Cipla untuk membuat obat dengan harga di bawah 1 dolar AS per hari memberi tekanan lebih lanjut pada perusahaan obat multinasional.

Tiga puluh sembilan perusahaan obat menolak tuntutan pemerintah Afrika Selatan untuk menurunkan harga obat.

Pemerintah Afrika Selatan mengeluarkan statistik yang memperkirakan ada 4,7 juta orang terinfeksi HIV di negara tersebut, dan 24,5% ibu hamil adalah HIV-positif pada 2000.

Di Konferensi Tingkat Tinggi Afrika pada April, Sekretaris-Jenderal PBB Kofi Annan mendesak agar dana untuk AIDS ditingkatkan sepuluh kali lipat di negara berkembang. Beliau mengusulkan dana 7-10 miliar dolar AS dikeluarkan setiap tahun untuk kampanye AIDS di dunia – jauh di atas 1 miliar dolar per tahun yang dikeluarkan saat itu.

Beberapa minggu kemudian diumumkan bahwa dana baru, yang pada awal di kenal sebagai Global AIDS and Health Fund, tidak hanya ditujukan pada AIDS, tetapi juga pada TB dan malaria, dan akhirnya dikenal sebagai Global Fund to fight AIDS, TB and Malaria (GF-ATM).

Ada beberapa keprihatinan mengenai bagaimana prakarsa baru ini akan dipimpin dan dilaksanakan, dan pemerintah AS dikritik karena hanya menyumbang 200 juta dolar pada Fund tersebut. Jumlah dana sumbangan yang mengecewakan – hanya 1,6 miliar dolar, jauh di bawah 10 miliar yang diminta oleh Kofi Annan.

Dua belas penghuni sebuah pusat pemulihan narkoba di Bali dites HIV. Delapan di antaranya ditemukan terinfeksi.

Dengan dukungan dari Ketua Badan POM, berapa jenis ARV generik dari India mulai tersedia di Indonesia, termasuk AZT, 3TC, gabungan AZT+3TC, d4T dan nevirapine. Dengan obat ini, terapi antiretroviral (ART) yang baku mulai tersedia di Indoneias, walau harga masih mahal (lebih dari Rp 1 juta per bulan).

Surat kabar di seluruh dunia menyambut hari ulang tahun ke-20 terbitnya laporan pertama mengenai penyakit yang akhirnya dikenal sebagai AIDS.

Para menteri yang bertemu di konferensi World Trade Organisation di Doha, Qatar, bersepakat dalam deklarasi baru mengenai hak kepemilikan intelektual. Deklarasi ini memudahkan pembuatan obat untuk AIDS dan penyakit lain oleh negara berkembang tanpa persetujuan pemegang paten. Ada harapan peraturan baru ini akan membantu meningkatkan penjangkauan ARV.

Promosi untuk UNGASS 2001
Promosi untuk UNGASS 2001

Kofi Annan membuka UN General Assembly Special Session (UNGASS) mengenai HIV dan AIDS di New York. Pertemuan ini adalah pertemuan PBB pertama yang dikhususkan untuk masalah kesehatan masyarakat. Pada UNGASS itu, wakil dari seluruh 189 anggota PBB menandatangani Declaration of Commitment on HIV and AIDS, Dokumen ini mengandung banyak janji yang bermakna.

Pada Agustus, aktivis AIDS memulai tindakan hukum terhadap kementerian kesehatan Afrika Selatan karena departemen itu tetap menolak menyediakan ARV untuk PMTCT. Pada Desember, diputuskan bahwa pemerintah Afrika Selatan harus memberi nevirapine secara gratis pada ibu hamil, dan pemerintah itu juga diperintah untuk mendirikan program PMTCT nasional.

Pertemuan Nasional Odha ke-2 dilakukan oleh Spiritia di Kuta, Bali pada September, dihadiri oleh 36 Odha dan Ohidha dari seluruh Indonesia. Peserta menyetujui dikeluarkan “Asas-Asas Penanggulangan HIV/AIDS” sebagai suatu hasil dari pertemuan itu.

Suzana Murni pada ICAAP ke-6
Suzana Murni pada ICAAP ke-6

Walau dalam keadaan sakit dan harus memakai kursi roda, Suzana Murni, pendiri Spiritia berpidato pada pembukaan Konferensi Internasional AIDS di Asia Pasifik (ICAAP) ke-6 di Melbourne, pada Oktober, dengan judul ‘Memecah Penghalang’.

Seorang pejabat kesehatan senior Iran mengingatkan bahwa jumlah kasus AIDS di Iran sudah meloncat. Sebelumnya, pejabat Iran memperkirakan jumlah Odha di negara tersebut adalah 2.000, tetapi Wakli Menteri Kesehatan menyatakan angka yang benar adalah lebih dari 15.000.

Tema Hari AIDS Sedunia 2000 adalah ‘Kami peduli. Anda bagaimana? (I care. Do you?)’.

Sumber: AIDS & HIV history: 1998-2002 dari AVERT dan beberapa sumber lain