Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 672 Diperbarui 17 Mei 2013
Biopsi Hati Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Biopsi Itu?

Biopsi adalah analisis contoh jaringan hati yang sangat kecil. Contoh diperiksa untuk tanda parutan, atau penyakit atau kerusakan lain.

Biopsi hati adalah cara terbaik untuk memeriksa keadaan hati. Viral load hepatitis C atau tes fungsi hati tidak mampu menunjukkan tingkat parutan atau peradangan pada hati, atau lemak dalam hati (steatosis – lihat Lembaran Informasi (LI) 528) yang dapat memburukkan parutan. Pada biopsi, contoh jaringan hati akan diambil dengan jarum tipis dan diperiksa di bawah mikroskop. Jika ditemukan sangat sedikit kerusakan pada hati, beberapa ahli mengusulkan pemantauan saja. Jika ada kerusakan (parutan), pengobatan virus hepatitis C (HCV) mungkin dibutuhkan.

Mengapa Dilakukan Biopsi?

Meskipun dapat menyakitkan, biopsi hati memiliki beberapa keuntungan. Biopsi adalah cara terbaik untuk menilai kerusakan hati. Tes viral load HCV tidak mampu menunjukkan kerusakan hati.

Tes fungsi hati (lihat LI 671) bukan merupakan cara yang dapat diandalkan untuk mengukur kerusakan hati. Beberapa orang dengan tingkat enzim hati yang normal masih mungkin mengalami kerusakan hati. Tingkat enzim hati yang tinggi terus-menerus adalah tanda peradangan hati, yang berlanjut pada parutan. Kebanyakan pasien HCV dengan tingkat ALT yang normal memiliki fibrosis (parutan) hati dengan tingkat tertentu.

Beberapa tes yang tidak invasif (dilakukan dari luar tubuh) telah diteliti. Tes ini menilai kerusakan hati dengan mengukur seberapa kaku atau lunak hati. Sebuah hati yang berparut adalah lebih kaku dibandingkan sebuah hati yang masih sehat. Satu tes, yang disebut sebagai FibroScan, memakai ultrasound (USG). Tes lain memakai pengamatan MRI (Magnetic Resonance Imaging). Kedua tes ini tidak menimbulkan rasa sakit tetapi kurang berhasil untuk menunjukkan kerusakan hati dibandingkan biopsi. Tes ini mampu mengonfirmasi atau mengesampingkan sirosis (kerusakan hati yang berat), tetapi tidak baik dalam mendeteksi kerusakan hati yang ringan atau sedang.

Bagaimana Biopsi Dilakukan?

Biopsi hati biasanya dilakukan di ruang dokter atau di rumah sakit dengan rawat jalan. Prosedur ini sendiri hanya membutuhkan sekitar 15 atau 20 menit. Setelah dilakukan, kita akan diawasi selama beberapa jam untuk memastikan tidak ada masalah, seperti perdarahan internal. Kita harus ditemani oleh seseorang untuk membantu kita pulang ke rumah. Biopsi jarang membutuhkan rawat inap di rumah sakit.

Contoh jaringan biasanya diambil dengan memasukkan jarum antara tulang rusuk di sisi kanan ke dalam hati. Pertama, kita diberikan suntikan anestesi lokal untuk mematikan rasa di daerah yang akan dimasukkan oleh jarum biopsi. Kemudian jarum dimasukkan. Jarum cepat mengumpulkan sepotong hati yang kecil. Kadang kala alat USG dipakai untuk memilih lokasi terbaik untuk biopsi.

Beberapa pasien membutuhkan obat untuk menenangkannya dulu sebelum biopsi. Walau anestesi umum tidak dapat dipakai, ada ara lain untuk mereda kegelisahan selama biopsi. Pasien harus tetap sadar selama prosedur agar memberi tahu petugas medis jika ada masalah.

Meskipun biopsi adalah cara terbaik untuk menilai parutan pada jaringan hati, prosedur ini tidak sempurna. Contoh yang diambil mungkin terlalu kecil, atau mungkin berasal dari bagian hati yang sehat.

Bagaimana Hasil Biopsi Dilaporkan?

Ada dua cara utama untuk menilai hasil biopsi: Metavir dan Knodell. Dalam sistem Metavir, hasil biopsi diberi grade dan stage. Grade menunjukkan tingkat peradangan. Stage mengukur tingkat fibrosis atau parutan jaringan. Grade dan stage diberi nilai dari 0 sampai 4 dengan 4 yang paling berat.

Sistem Knodell (atau indeks aktivitas histologis/HAI) lebih rumit. Seperti sistem Metavir, tindakan itu mengukur peradangan (0-18) dan parutan jaringan (dari 0 sampai 4).

Bagaimana Hasil Biopsi Dipakai?

Seperti dibahas di atas, biopsi merupakan pemeriksaan mikroskopis dari contoh jaringan hati yang sangat kecil. Sel diperiksa:

Apa Efek Samping Biopsi?

Efek samping biopsi yang paling umum adalah nyeri. Sekitar sepertiga orang mengalami nyeri sedang selama dan setelah biopsi. Efek samping jarang dan hampir selalu tampil dalam satu hari.

Ada juga risiko perdarahan internal jika biopsi jarum menusuk pembuluh darah atau organ yang dekat. Perdarahan berat dialami oleh kurang dari 2% pasien, dan sering berhenti sendiri. Dalam kasus yang sangat jarang, transfusi darah mungkin dibutuhkan. Kematian akibat biopsi sangat amat jarang, kurang lebih 1 dalam 10.000 biopsi.

Untuk mengurangi risiko perdarahan yang berlebihan, tes darah dilakukan sebelum biopsi. Yang paling umum adalah disebut PT/INR dan hitung trombosit – lihat LI 671.

Jika kita memakai obat yang melambatkan pembekuan darah, kita mungkin harus menghentikan penggunaannya sebelum biopsi. Obat ini termasuk pengencer darah, atau obat pengurang peradangan, misalnya aspirin, naproksen, atau ibuprofen.

Setelah Biopsi

Setelah biopsi, perban akan diletakkan di atas tempat tusukan dan kita akan terletak di sisi kanan, ditekan pada handuk, selama satu sampai dua jam. Tekanan darah, detak jantung dan pernapasan serta tingkat nyeri akan dipantau.

Pastikan kita ditemani oleh seseorang yang dapat membantu kita pulang ke rumah setelah biopsi. Rencanakan beristirahat selama sehari setelah biopsi. Hindari olahraga atau terlalu banyak kegiatan untuk satu minggu agar tempat tusukan jarum dan hati dapat pulih.

Rasa sakit pada tempat tusukan dan di bahu kanan adalah biasa. Nyeri ini disebabkan oleh gangguan pada otot sekat rongga badan (diafragma). Ini biasanya menghilang dalam beberapa jam atau hari.

Kita sebaiknya menghindari penggunaan aspirin atau ibuprofen untuk satu minggu setelah biopsi. Obat ini dapat meningkatkan masalah perdarahan.

Diperbarui 17 Mei 2013 berdasarkan FS 672 The AIDS InfoNet 9 Maret 2013