Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Penghuni panti jompo dan pasien yang terinfeksi HIV dapat membawa MRSA dalam hidung mereka Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: ScienceDaily Tgl. laporan: 23 April 2010

Sebuah penelitian multi pusat yang dipimpin oleh para peneliti dari rumah sakit Rhode Island telah menetapkan bahwa perawatan jangka panjang dari pasien lanjut usia, pasien terinfeksi HIV dan pasien hemodialisis berada pada peningkatan risiko untuk membawa methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dalam hidung mereka. Studi ini juga menemukan bahwa para pasien memiliki jumlah MRSA yang sangat berbeda di hidung mereka, sebuah indikator potensi dari risiko mengembangkan infeksi setelah operasi. Studi ini terbit dalam jurnal Infection Control and Hospital Epidemiology edisi Juni 2010.

Untuk lebih memahami prevalensi MRSA pada populasi yang berbeda, penulis utama Leonard Mermel, DO, ScM, bekerja dengan para peneliti dari The Cleveland Clinic, Johns Hopkins Medical Institutions, Emory University dan organisasi lain untuk mendapatkan spesimen dari hidung terhadap berbagai macam pasien. Mermel adalah seorang dokter medis dari departemen epidemiologi dan pengendalian infeksi di rumah sakit Rhode Island.

Secara umum, satu dari tiga orang telah terpajan dengan Staphylococcus aureus, paling sering melibatkan daerah hidung. Di Amerika Serikat, kurang lebih 1% orang membawa MRSA dalam hidung mereka. Membawa MRSA dalam hidung meningkatkan risiko mengembangkan infeksi MRSA invasif seperti infeksi dalam aliran darah, pneumonia, infeksi daerah bedah, dll.

Staphylococcus aureus adalah patogen kedua yang paling umum yang menyebabkan infeksi terkait perawatan kesehatan di Amerika Serikat, dan 49% dari infeksi ini disebabkan oleh bakteri yang resistan terhadap antibiotik. Jenis bakteri yang disebut USA100 adalah jenis MRSA yang paling umum yang melibatkan infeksi terkait perawatan kesehatan di rumah sakit AS.

Dalam studi ini, 444 kultur hidung dari 2.055 pasien dari 13 pusat pendaftaran menghasilkan pertumbuhan MRSA. Para peneliti menemukan bahwa 14% dari pasien hemodialisis rawat inap dan 15% pasien hemodialisis rawat jalan membawa MRSA dalam hidung. Selain itu, 16% dari pasien HIV dan 20% dari penghuni panti jompo juga membawa MRSA. Berdasarkan temuan ini, Mermel yang juga merupakan profesor kedokteran di The Warren Alpert Medical School Brown University dan juga merupakan seorang dokter di Universitas Kedokteran merekomendasikan “rumah sakit yang melakukan surveilans untuk MRSA harus mempertimbangkan populasi pasien tersebut untuk skrining kultur.”

Para peneliti juga menemukan jenis MRSA yang berbeda di populasi pasien yang berbeda. Sebagai contoh, jenis USA100 adalah jenis yang paling umum dideteksi, sedangkan USA300 adalah jenis yang sering ditemui pada pasien dengan HIV. Para peneliti juga mendeteksi beberapa jenis MRSA yang tidak diidentifikasi di AS, misalnya jenis MRSA yang umum di Brasil.

Mermel dan rekannya juga menemukan keragaman yang dramatis dalam jumlah koloni MRSA dalam hidung. Beberapa orang memiliki paling tidak tiga koloni MRSA dalam hidung mereka yang terdeteksi dengan usap hidung dimana orang lain memiliki sebanyak 15 juta koloni MRSA. Mermel mencatat, “Temuan ini penting karena jumlah koloni MRSA di dalam hidung merupakan faktor risiko independen untuk pengembangan infeksi daerah bedah.”

Mermel mengatakan temuan penelitian mengidentifikasi populasi yang berada pada peningkatan risiko untuk membawa MRSA dan infeksi. Studi di masa depan dapat menggunakan informasi ini untuk menentukan penjelasan biologis untuk perbedaan jenis dan jumlah MRSA karena beberapa orang membawa MRSA dalam hidung mereka.

Ringkasan: Long-Term Elder Care Patients and HIV Infected Patients May Carry MRSA in Their Noses

Sumber: Freitas et al. Prevalence of USA300 Strain Type of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus among Patients with Nasal Colonization Identified with Active Surveillance. Infection Control and Hospital Epidemiology, 2010; 31 (5): 469 DOI: 10.1086/651672

Edit terakhir: 20 Mei 2010