Merck memperingatkan interaksi antara boceprevir dan protease inhibitor HIV

Menurut data sementara dari percobaan klinis dan peringatan yang diterbitkan Merck kepada penyedia layanan kesehatan pada 6 Februari 2012, protease inhibitor (PI) hepatitis C Victrelis (boceprevir) memiliki beberapa interaksi antar obat yang signifikan dengan PI HIV yang dikuatkan dengan ritonavir.

Interaksi antar obat antara terapi antiretroviral (ART) dan PI hepatitis C yang baru disetujui, Victrelis dan Incivek (telaprevir) merupakan area yang penting dari penelitian, mengingat bahwa sekitar sepertiga orang yang hidup dengan HIV juga memiliki koinfeksi dengan virus hepatitis C (HCV) dan mungkin ingin menggunakan boceprevir atau telaprevir untuk meningkatkan kemanjuran pengobatan dengan interferon pegilasi dan ribavirin. Telaprevir dan boceprevir dari Merck sementara ini belum disetujui untuk orang dengan koinfeksi HIV dan HCV – studi koinfeksi masih dilakukan – beberapa dokter telah meresepkan obat-obat ini untuk pasien mereka yang hidup dengan kedua virus ini.

Karena PI HCV dipecah (dimetabolisme) oleh jalur enzim yang sama yang bertanggung jawab untuk memproses sebagian besar ARV, mengeksplorasi potensi interaksi obat-obat dan cara untuk menghindari masalah yang mungkin terjadi telah menjadi prioritas penelitian.

Sejauh ini, telaprevir telah diusulkan aman digunakan dengan atazanavir yang dikuatkan dengan ritonavir dan efavirenz, meskipun dosis telaprevir perlu ditingkatkan karena efavirenz mengurangi konsentrasi telaprevir dalam darah. Interaksi yang signifikan dengan PI yang dikuatkan dengan ritonavir lainnya telah didokumentasikan, dan sejauh ini hanya atazanavir yang dikuatkan dengan ritonavir dan efavirenz sedang diteliti dalam kombinasi dengan telaprevir dalam penelitian Tahap II pada pasien koinfeksi.

Terdapat interaksi yang signifikan antara boceprevir dengan efavirenz. Hanya PI yang dikuatkan dengan ritonavir yang diizinkan untuk digunakan dalam kombinasi dengan boceprevir oleh Merck dalam penelitian koinfeksi Tahap II.

Namun, data yang baru dari studi ini mengindikasikan bahwa ada interaksi antar obat yang signifikan antara boceprevir dan PI HIV yang dikuatkan dengan ritonavir “mungkin signifikan secara klinis pada pasien dengan HCV kronis dan HIV dengan cara mengurangi potensi efektivitas obat ketika digunakan bersamaan,” surat ini memperingatkan.

Secara khusus, boceprevir mengurangi konsentrasi obat terendah dari atazanavir/ritonavir, lopinavir/ritonavir dan darunavir/ritonavir biasanya tepat sebelum dosis berikutnya digunakan. Boceprevir mengurangi konsentrasi obat terendah dari atazanavir/ritonavir sebesar 49% dan sebesar 43% untuk lopinavir/ritonavir dan 59% untuk darunavir/ritonavir. Pengurangan rata-rata adalah 34-44% dan 25-36% diamati pada konsentrasi darah rata-rata dan konsentrasi darah puncak dari atazanavir, lopinavir dan darunavir.

Sementara surat Merck mencatat bahwa atazanavir yang dikuatkan dengan ritonavir tidak memiliki dampak pada tingkat boceprevir dalam darah, lopinavir/ritonavir menurunkan tingkat dalam darah dari boceprevir sebesar 45% dan darunavir/ritonavir menurunkan tingkat dalam darah dari boceprevir sebesar 32%.

“Merck tidak merekomendasikan penggunaan bersama dari boceprevir dan PI HIV yang dikuatkan dengan ritonavir,” surat tersebut menyatakan.

Bagi penyedia layanan kesehatan yang telah meresepkan boceprevir bersama dengan PI yang dikuatkan dengan ritonavir, Merck mengatakan bahwa mereka “harus mendiskusikan temuan ini dengan pasien tersebut, dan memantau secara ketat tanggapan pengobatan HCV dan potensi peningkatan kembali viral load HIV.”

Penting untuk mencatat bahwa baik boceprevir maupun telaprevir memiliki interaksi dengan raltegravir – integrasi inhibitor HIV yang dipilih oleh Kementerian Kesehatan AS sebagai pengobatan lini pertama dalam kombinasi dengan ART lain – dan bahwa studi interaksi harus memastikan hipotesis ini.

Artikel asli: Merck Warns of Victrelis and HIV Protease Inhibitor Interactions